1. Kepribadian
Organisasi dinamik dalam individu yang memiliki sistem psiKologis yang dapat menentukan penyesuaian uniknya terhaDap lingkungannya atau keseluruhan cara yang ditempuh Oleh individu untuk bereaksi dan berinteraksi dengan yang Lain.2. Penentu kepribadian
A. Keturunan (fisik, wajah, temperamen, komposisi tubuh)B. Lingkungan (budaya, norma, sikap, nilai hidup)
C. Situasi (masjid, tempat rekreasi, tempat kerja)
3. Ciri ciri kepribadian
Karakteristik yang bertahan lama yg mampu menggambarKan perilaku individu.indikator tipy myers-briggs (mbti)
Enam belas ciri ciri utama (mbti)
1. Dingin
2. Kurang cerdas
3. Terpengaruh perasaan
4. Mengalah
5. Serius
6. Ceroboh
7. Penakut
8. Keras hati
9. Percaya
10. Praktis
11. Langsung
12. Percaya diri
13. Konservatif
14. Tergantung kelompok
15. Tidak terkendali
16. Santai
1. Ramah
2. Lebih cerdas
3. Emosional stabil
4. Dominan
5. Ringan hati
6. Cermat
7. Petualang
8. Sensitif
9. Curiga
10. Imajinatif
11. Penuh pertimbangan
12. Cemas
13. Suka mencoba
14. Mandiri
15. Terkendali
16. Tegang
4. Model lima besar
- Ektroversi, kepribadian yang menggambarkan sifat supel Riang dan percaya diri. Sedangkan introvert cenderung Pendiam, pemalu dan tenang
- Kemampuan untuk bersepakat, kepribadian yg cenderung Tunduk kepada orang lain, bersifat kooperatif, hangat & Percaya diri, sebaliknya pribadi yang rendah kemampuan Untuk bersepakat bersifat dingin, antagonistik & tidak Mampu bersepakat
- Kemampuan untuk mendengarkan suara hati, pribadi yang Sangat peka terhadap suara hati, bersifat terorganisir, Tanggungjawab, dapat dipercaya dan sangat gigih. Sifat Sebaliknya adalah mudah bingung, tidak andal dan tidak Terorganisir
- Stabilitas emosi, kepribadian yang mencerminkan diri seSeorang yang tenang, percaya diri & merasa aman. Sifat Sebaliknya adalah orang yang cemas, gugup, tertekan & Merasa tidak aman
- Keterbukaan terhadap pengalaman, kepribadian yang menCerminkan sifat imajinatif, sensitivitas dan ingin tahu. SiFat sebaliknya adalah pribadi yg menemukan rasa nyaman Bila sudah akrab dengan lingkungannya.
5. Atribut atribut kepribadian utama
A. Lokus kendali, tingkat dimana individu yakin bahwa mereKa adalah penentu nasib mereka sendiri (persepsi seseoRang terhadap sumber nasibnya)■ internal, pihak yang menentukan nasib dirinya
■ eksternal, pihak yg melihat hidupnya ditentukan oleh Kekuatan luar
B. Machiavellianisme, tingkat dimana individu bersifat pragMatis, menjaga jarak emosi & yakin bahwa tujuan dapat Membenarkan cara.
Orang yang memiliki “mach” tinggi tumbuh subur:
■ berinteraksi langsung dengan orang lain
■ terjadi situasi dgn kaidah dan aturan yang minimal
■ keterlibatan emosi yang rinci
C. Harga diri (self-esteem), tingkat dimana individu menyuKai atau tidak menyukai diri mereka sendiri, biasanya terKait dengan kemampuan untuk mewujudkan harapannya.
D. Pemantauan diri (self-monitoring), kepribadian yg menguKur kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya Terhadap faktor situasi eksternal
E. Pengambilan risiko, individu yang memiliki kemampuan unTuk menerima tingkat risiko tinggi dalam menghadapi siTuasi tertentu.
6. Tipe kepribadian
A. Kepribadian tipe a■ serba cepat dalam bergerak, berjalan dan makan
■ merasa tidak sabar atas peristiwa yang terjadi
■ berusaha untuk melakukan dua hal/lebih sekaligus
■ tidak suka menikmati waktu luang
■ terobsesi dengan jumlah, mengukur kesuksesan berdaSar berapa banyak yang mereka peroleh
B. Kepribadian tipe b
■ tidak pernah mengalami keterdesakan waktu
■ tidak perlu memamerkan prestasi yang mereka capai
■ bermain untuk memperoleh kegembiraan
■ dapat santai tanpa merasa bersalah
7. Mencapai kecocokan kepribadian
A. Kecocokan orang dan pekerjaanMengidentifikasi tipe kepribadian serta mengusulkan keSesuaian antara tipe kepribadian & lingkungan kerjanya Sehingga menentukan kepuasan atau pengunduran diri. Terdapat enam tipe kepribadian yang memiliki lingkungan Kedudukan yang kongruen.
Point utama dalam model ini:
■ terdapat perbedaan intrinsik dalam kepribadian dikala Ngan individu
■ terdapat jenis pekerjaan yang berbeda satu sama lain
■ orang dalam lingkungan yang kongruen dengan tipe kePribadiannya, mereka akan menjadi lebih puas
Tipologi kepribadian & pekerjaan yang kongruen
Tipe kepribadian
- Realistis, lebih menyukai kegiatan pisik yg mensyaRatkan keterampilan, keKuatan & koordinasi
- Investigative, menyukai kegiatan yg melibatkan pemikiran, pengorganisasiAn dan pemahaman
- Sosial, menyukai kegiatan Yang menyangkut pertoloNgan pada orang lain
- Konvensional, menyukai Kegiatan yang beraturan, Tertata dan tdk ganda
- Inovatif, menyukai aktiviTas verbal yg didalanya terdapat peluang untuk Meraih kekuasaan
- Artistik, menyukai aktiviTas yang bermakna ganda Yg memungkinkan kreasi
Ciri Kepribadian
- Pemalu, tulus, patuh, Praktis
- Analitik, tulus, penasaran, Independen
- Supel, ramah, memahami dan Kooperatif
- Patuh, efisien, praktis, tdk Imajinatif, tdk fleksibel
- Percaya diri, ambisius, menDominasi, enerjik
- Imajinatif, tidak tertata, Idealistik, emosional, tdk Praktis
Pekerjaan yang kongruen
- Mekanik, operator, petani, Pekerja perakitan
- Ahli biologi, ekonom, ahli Matematika, reporter
- Pekerja sosial, guru, konSultan, klinis psikologis
- Akuntan, manajer koperasi Kasir bank, administrasi
- Pengacara, agent, pr, manaJer usaha kecil
- Pelukis, musisi, penulis dan Penata interior
Orang akan meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok deNgan kepribadiannya. Bila dikaitkan dengan model lima beSar, maka kesesuaian kepribadian akan menentukan kecoCokan mereke dengan jenis pekerjaan.
8. Emosi
Emosi adalah reaksi terhadap obyek, bukan sifat kepribadiAn. Tiga hal yang terkait erat satu dengan yang lain, yaitu Pengaruh, emosi dan suasana hati.A. Pengaruh, kisaran luas perasaan yang dialami seseorang
B. Emosi, perasaan kuat yang diarahkan ke seseorang atau Sesuatu
C. Suasana hati, perasaan yang cenderung kurang kuat dari Pada emosi dan tidak mempunyai perangsang kontektual
Emosi yang dirasakan merupakan emosi aktual individu dan Emosi yang ditampilkan merupakan emosi yang disyaratkan Oleh organisasi & dianggap tepat dlm pekerjaan tertentu.
9. Dimensi emosi
A. Perbedaan, membedakan emosi dari sisi yang berlawananB. Intensitas, tanggapan berbeda terhadap rangsangan peMicu emosi.
C. Frekuensi dan durasi, seberapa sering satu emosi perlu Ditampilkan, dan untuk berapa lama
10. Batasan eksternal terhadap emosi
A. Pengaruh organisasiB. Pengaruh budaya
11. Aplikasi emosi dalam perilaku organisasi
A. Kemampuan dan seleksi, mengenali emosi sendiri & bisa Dengan baik membaca emosi orang lain, sehingga pekerJaan menjadi lebih efektif. Kecerdasan emosional (ei), merujuk kekumpulan kapabiBilitas, keterampilan, kompetensi non-kognitif yg memPengaruhi seseorang berhasil dalam menghadapi tekaNan lingkungan.Kecerdesan emosional (ei) terdiri:
■ kesadaran diri, kemampuan menyadari apa yg dirasakan
■ pengelolaan diri, kemampuan mengelola emosi dan rangSangan sendiri
■ motivasi diri, kemampuan bertahan dalam menghadapi keMunduran atau kegagalan
■ empati, kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain
■ keterampilan sosial, kemampuan menangani emosi orang Lain
B. Pengambilan keputusan
C. Motivasi
D. Kepemimpinan
E. Konflik interpersonal
F. Perilaku menyimpang ditempat kerja
12. Persepsi
Proses yang digunakan individu untuk mengorganisasi & Menafsirkan kesan indrawi mereka untuk memberi makna Kepada lingkungannyaFAKTOR YANG MEMPENGARUH PERSEPSI |
13. Teori persepsi
A. Teori atribusiMengembangkan suatu pemahaman mengenai cara kita Menilai orang secara berlainan, bergantung pada makNa apa yang kita kaitkan pada perilaku tertentu. PeriLaku individu disebabkan oleh faktor eksternal atau Faktor internal, namun sebagian besar bergantung paDa faktor:
■ keunikan, perilaku berlainan dalam situasi berlainan
■ konsensus, individu bereaksi bersama pada situasi yg Sama
■ konsisten, individu memberi reaksi dengan cara yang Sama dari waktu ke waktu
Kekeliruan atribusi mendasar adalah kecenderungan Pribadi untuk mengabaikan pengaruh faktor eksternal Dan melebih lebihkan faktor internal ketika kita memBuat penilian atas perilaku orang lain.
TEORI ATRIBUSI |
14. Jalan pintas menilai orang lain
A. Persepsi selektifB. Efek halo
C. Efek kontras
D. Proyeksi
E. Membuat stereotipe
15. Implementasi persepsi dalam organisasi
A. Wawancara karyawanB. Pengharapan kinerja
C. Evaluasi kenerja
D. Upaya karyawan
16. Model pengambilan keputusan rasional
A. Identifikasi masalahB. Mengidentifikasi kinerja keputusan
C. Mengalokasi bobot terhadap kriteria
D. Mengembangkan alternatif
E. Mengevaluasi alternatif
F. Memilih alternatif terbaik
17. Asumsi model pengambilan keputusan rasional
A. Kejelasan masalahB. Pilihan pilihan yang diketahui
C. Pilihan yang jelas
D. Pilihan yang konstan
E. Tidak ada batasan waktu & biaya
F. Hasil keputusan yang maksimum
18. Meningkatkan kreativitas dalam pengambilan keputusan
Kreativitas merupakan kemampuan menghasilkan gagasan Gagasan baru dan bermanfaat.A. Potensi kreatif, memberdayakan potensi untuk keluar Dari tekanan masalah yang dihadapinya
B. Model kreativitas-tiga komponen, kreativitas individu Pada hakekatnya menuntut adanya:
■ keahlihan
■ keterampilan berpikir
■ motivasi tugas intrinsik
19. Pengambilan keputusan rasionalitas terbatas
Individu membuat keputusan dengan membangun model yang di Sederhanakan, dengan menyaring berbagai fitur fitur esensial Dari masalah tanpa menangkap semua kerumitannya. (mengeleminasi tingkat kerumitan yang ada)20. Pengambilan keputusan intuitif
Proses bawah sadar yang tercipta dari pengalaman yang Tersaring.Kondisi menggunakan pengambilan keputusan intuitif:
1. Jika terjadi ketidakpastian yang tinggi
2. Jika hanya sedikit preseden yang dapat diikuti
3. Variabel kurang dapat dipredeksi secara ilmiah
4. Terdapat keterbatasan fakta
5. Fakta tdk menunjukkan jalan untuk ditempuh
6. Data analitis kurang berguna
7. Terdapat beberapa alternatif yang relevan dipilih
8. Waktu terbatas, keputusan segera diambil
21. Gaya pengambilan keputusan
1. Tipe analitis2. Tipe direktif
3. Tipe perilaku (behavioral)
4. Tipe konseptual
MODEL GAYA KEPUTUSAN |
22. Hambatan organisasi
A. Evaluasi kinerjaB. Sistem imbalan
C. Aturan formal
D. Pembatasan waktu yang ditentukan sistem
E. Preseden historis
23. Kriteria keputusan etis
- Utilitarian, keputusan dibuat untuk memberikan manfaAt terbesar bagi kelompok besar
- Menekankan hak, menuntut individu untuk mengambil Keputusan yang konsisten dengan hak kebebasan yang Mendasar (istimewa)
- Keadilan, menuntut individu untuk menegakkan aturan Aturan secara adil dan tidak berat sebelah
Posting Komentar
Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap